Selasa, 24 Januari 2017

Membersihkan Gigi Kucing

jagalah selalu kebersihan gigi kucing kesayangan anda, agar terhindar dari berbagai macam penyakit.


Ketika kita memelihara kucing dirumah, kita kerap lalai akan kebersihan gigi kucing. Namun perlu diketahui bahwa gigi kucing yang tidak sering dibersihkan akan menimbulkan banyak penyakit seperti triodontal yang disebabkan oleh terbentuknya karang gigi atau tartar yang tidak segera ditangani.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, sekitar 70% kucing berumur lebih dari tiga tahun mengalami gangguan atau penyakit pada gigi. Jika dibiarkan, muncul potensi kerusakan permanen pada gigi, gusi, dan tulang rahang. Berbagai gangguan dan penyakit pada gigi ini dapat dicegah dengan menghentikan pembentukan plak atau karang gigi pada kucing.
Di alam bebas, kucing-kucing yang hidup liar di hutan mempunyai gigi lebih bersih. Hal ini disebabkan dietnya terdiri bahan-bahan yang lebih keras dibandingkan makanan komersial yang banyak dijual di petshop. Secara alamiah, kucing memakan tulang mentah serta rambut tikus hutan dan bulu burung kecil. Bahan-bahan tersebut membantu mengurangi pembentukan tartar.
Mengganti makanan lunak dengan makanan kering atau berserat tinggi dapat membantu memperlambat pembentukan tartar. Semakin banyak usaha mengunyah, semakin sering gesekan makanan dengan gigi sehingga pembentukan tartar semakin lambat. Selain itu, usaha mengunyah dapat memancing pengeluaran air liur yang mengandung antibiotik alamiah sehingga dapat membantu membunuh bakteri penyebab infeksi.
 
jadikan membersihkan gigi kucing menjadi suatu kebiasaan mereka, agar mereka tidak gampang terserang penyakit gigi.
jadikan kucing terbiasa untuk dibersihkan giginya
Menyikat gigi kucing
Menyikat gigi kucing sama pentingnya dengan mencegah pembentukan tartar. Idealnya, seekor kucing harus dibiasakan disikat giginya sejak masih kecil. Sikat kecil untuk bayi, dengan bulu sikat yang lembut, dapat digunakan untuk menyikat gigi kucing. Sikat gigi khusus kucing pun dapat dibeli di petshop.
Awalnya, kucing seringkali menolak saat giginya dibersihkan. Memang, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan, juga sedikit paksaan di awal, agar kucing terbiasa. Pasalnya, menyikat gigi kucing secara rutin setiap hari, atau setidaknya dua hari sekali, dapat mencegah pembentukan karang gigi dan penyakit gigi. Aktivitas ini juga akan membuat napas kucing tidak berbau busuk akibat sisa-sisa makanan yang masih menempel di giginya.
Berikut panduan yang perlu diperhatikan pemilik saat hendak membersihkan gigi kucing.

1. Pilih waktu dan tempat yang tepat. Cari waktu dan tempat rutin di mana kucing merasa tenang dan nyaman untuk melakukan ritual pembersihan gigi.
2. Siapkan alat dan bahan. Pasta gigi bisa diperoleh di petshop. Pilih pasta yang tidak pedas atau rasa mint yang tidak berlebihan dan aman bila ditelan. Lebih baik lagi pasta gigi dengan rasa makanan. Jenis dan merk sikat gigi untuk kucing bermacam-macam, mulai dari yang ditempelkan di ujung jari hingga 3 sisi sikat yang bisa menyikat permukaan gigi bagian luar, dalam, dan atas sekaligus. Lap atau kain kasar yang dijahit atau dibentuk menyerupai “sarung” untuk jari telunjuk pun cukup untuk menggosok gigi.
3. Biasakan kucing dengan proses membersihkan gigi. Memang, tidak setiap kucing bisa menikmati saat giginya dibersihkan. Apalagi jika baru pertama kali dibersihkan. Kucing yang sudah terbiasa giginya dibersihkan sejak kecil biasanya menikmati proses pembersihan. Bahkan, mereka merasa tidak nyaman jika giginya tidak dibersihkan.
4. Lakukan beberapa kebiasaan berikut.
(1) Membiasakan kucing membuka mulut -saat pembersihan gigi, tekan ujung kedua sudut mulut dengan jari tengah dan jempol. Tangan satunya digunakan untuk membuka atau menarik ujung depan rahang bawah. Biasakan kucing dengan proses ini sekaligus biasakan diri Anda dengan teknik tersebut. Bisa juga dengan langsung membuka pipi dari samping, tanpa harus membuka rahang.
(2) Membiasakan kucing dengan pasta gigi dan sentuhan jari di gigi – cara ini dilakukan dengan mengoleskan pasta gigi ke seluruh permukaan gigi dan perbatasan gigi-gusi, sambil memijat-mijat bagian tersebut dengan jari.
(3) Membiasakan kucing dengan sentuhan sikat gigi – dilakukan setelah kucing terbiasa dengan pasta gigi dan sentuhan jari pada gigi atau gusi. Setelah dioleskan pasta gigi, sikat gigi dengan gerakan sirkular atau memutar.
Di awal, tidak seluruh gigi perlu disikat, melainkan cukup gigi taring dan 1—2 gigi di sampingnya. Proses ini perlu dilakukan setiap hari agar kucing terbiasa. Setelah terbiasa, jumlah gigi yang dibersihkan ditambah hingga seluruh gigi bisa dibersihkan.
5. Hentikan proses menyikat gigi, justru ketika kucing masih menikmatinya.
Setelah terbiasa, diperlukan waktu sekitar 30 detik untuk membersihkan gigi bagian samping. Tak perlu risau dengan kebersihan gigi bagian dalam. Sisi gigi bagian dalam memang perlu dibersihkan sekali-sekali. Perlu diketahui, pembentukan karang gigi pada sisi bagian dalam jauh lebih lambat dibandingkan sisi luar.
6. Hentikan segera proses pembersihan gigi jika kucing mulai terlihat stres. Jika dipaksakan, kucing akan lebih susah dikendalikan. Penghargaan berupa pujian, belaian, atau bahkan makanan kesukaannya bisa diberikan jika kucing berlaku baik saat pembersihan gigi.
7. Pada awalnya, proses pembersihan gigi bisa membuat kucing dan pemiliknya stres. Namun, setelah terbiasa, proses tersebut bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Selamat menyikat gigi!
 
kebiasaan menyikat gigi kucing dapat berdampak positif bagi si kucing.